Langsung ke konten utama

Banjir Aceh-Sumatera: 1.157 Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

BERITA UTAMA VIRAL | Aceh dan wilayah Sumatera Utara serta Sumatera Barat terus menjadi titik terparah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir Desember 2025. Hingga Jumat 1 Januari 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia mencapai 1.157 orang. Bencana hebat ini juga merusak ratusan ribu unit rumah; menurut data BNPB, sekitar 381.100 jiwa terpaksa mengungsi. Sebanyak 165 orang dinyatakan hilang dan pencarian masih berlangsung di sejumlah daerah. Pemerintah daerah terus bekerja keras mengevakuasi korban dan menyiapkan bantuan darurat bagi penduduk terdampak.

Bencana Aceh dan Sumatera Utara

Foto: Sejumlah rumah di Aceh rusak berat diterjang banjir bandang dan longsor akhir 2025 (ilustrasi). Credit: Metrotvnews. 

 Aceh menjadi provinsi terdampak terparah. Data BNPB mencatat 527 jiwa meninggal di Aceh dan 356.655 jiwa mengungsi akibat bencana ini. Misalnya, di Aceh Utara dan Aceh Tamiang bencana menerjang dengan kekuatan tinggi. Di Sumatera Utara tercatat 365 korban tewas dan 11.574 jiwa mengungsi, sedangkan di Sumatera Barat korban meninggal mencapai 262 orang. Banjir bandang yang disertai longsor menghancurkan infrastruktur: jembatan putus dan akses jalan terisolasi, sehingga evakuasi korban sempat tertunda. Pihak BNPB menggambarkan dampak bencana ini sangat luas; total wilayah terdampak meliputi 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut.

Banjir Kalimantan Selatan





















 
Foto: Petugas BPBD membersihkan lumpur pascabanjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (ilustrasi). Credit: BNPB.

Tidak hanya Sumatera, hujan ekstrem akhir Desember 2025 juga melanda Kalimantan Selatan. Dua kabupaten utama terdampak adalah Balangan dan Hulu Sungai Selatan (HSS). Di Balangan, banjir luapan sungai pada 26 Desember menggenangi 25 desa dan berdampak pada 2.626 Kepala Keluarga (8.371 jiwa). Banjir kemudian berangsur surut dua hari berikutnya, sehingga akses transportasi dan listrik kembali pulih. Sementara itu, banjir di HSS pada 27 Desember merendam beberapa kecamatan, menimpa 4.161 jiwa dengan 2.946 rumah rusak. Pemda setempat telah menetapkan status siaga darurat bencana, membentuk posko darurat, dan menyalurkan air bersih serta bantuan kesehatan bagi warga terdampak.

Prakiraan Cuaca Ekstrem dan Tanggap Darurat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem pada awal 2026. Siklon tropis “Iggy” di Samudra Hindia dan pola La NiƱa lemah diprediksi meningkatkan intensitas hujan. Untuk periode 2–4 Januari 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi, termasuk Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah di wilayah rawan banjir meningkatkan kesiapsiagaan: posko darurat didirikan dan masyarakat pesisir diingatkan waspada angin kencang serta gelombang tinggi.

Dalam upaya pemulihan, BNPB melaporkan telah disiapkan ribuan unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana. Sekitar 1.050 huntara telah tersedia untuk menampung warga terdampak, terutama di Aceh Tamiang dan wilayah lain. Bantuan logistik, dukungan medis, dan bantuan ekonomi juga disalurkan secara bertahap. Presiden RI, Prabowo Subianto, bahkan meninjau langsung lokasi pengungsian dan menegaskan pemerintah akan terus mempercepat penanganan pascabencana. Kondisi medan yang berat dan cuaca ekstrem menambah tantangan, namun pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi erat agar kebutuhan korban segera terpenuhi.

Sumber: Data BNPB terbaru dan laporan media nasional menyebutkan dampak serta upaya penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan per awal Januari 2026. Data tersebut diolah secara faktual sesuai laporan resmi pemerintah dan siaran pers terkait.

Komentar